Satu minggu setelah perebutan regional severius telah di kuasai sepenuhnya oleh Xian. Sekarang ini, Diki sedang berada di rumah sakit Ryoudo. Diki mengalami koma semenjak sebuah lingkaran besar menteleportasikannya dengan
“Diki…. Apa yang sebenarnya terjadi denganmu?” tanya Gumy. Namun, Diki tak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Dia tetap tidur di ranjangnya. Gumy memegang erat tangan temannya. Teman yang ia temukan setelah pertempuran pertama mereka di testing pertama Xian. Dia merasa kasihan melihat temannya begitu tak berdaya. Tak lama, Zimi mengetuk pintu kamar tersebut.
“Gumy? Kau ada di dalam?” tanya Zimi.
“Oh ya! Sebentar…” Jawab Gumy sambil beranjak untuk membukakan pintu. Zimi pun masuk ke dalam sambil membawa barang belanjaan. “Darimana kau mendapatkan uang, Zimi?”
“Samaya memberiku uang untuk ini.” Kata Zimi sambil menunjukkan struck pembelanjaannya.
“Oh….”
“Bagaimana dengan keadaannya?” tanya Zimi sambil mengarahkan pandangannya ke Diki.
“Dia masih belum sadar. Dokter bilang kalau mungkin 2-3 bulan ia baru akan sembuh.”
“Oh, begitu ya?” sahut Zimi pelan. Namun matanya menatap suatu yang aneh dari Diki. “Sebentar… Gumy kenapa tangan Diki?”
“Hah?” tanya Gumy. Ia menoleh ke belakan, namun ia melihat sesuatu yang biasa dari tangan Diki. “Apa yang kau lihat?”
“Itu!” Sahut Zimi keras sambil menunjukkan sebelah tangannya ke arah tangan kanan Diki. Ia menunjuk ke arah Force Glove Diki. “Mana kristal sintesis forcenya?”
“Apa?” Gumy seakan tak percaya dengan yang dikatakan Zimi. Ia kembali memeriksa tangan Diki dengan seksama. :”Kau benar! Kristal itu tak ada! Tapi itu tak mungkin
“…. Bagaimana kalau kita tanya ke
“Ide bagus.” Gumy segera mengambil
“
“Apa kau tahu apa yang terjadi dengan kristal sintesis force Diki?”
“Oh, kristal itu pecah oleh pembentukan segel…”
“Segel?”
“Ya, segel runic Symbolic. Hal itulah yang menyebabkan kristalnya pecah dan Diki pingsan.”
“Apa!!! Jadi itu penyebabnya!!”
“Yah, tidak sepenuhnya sih… tapi sekitar 60 % memang disebabkan oleh itu.”
“Kau!!!” Teriak Gumy geram sambil memukul
“Kau mencoba memukulku?”
“Kau membuat temanku pingsan!!”
“itulah yang terjadi saat seseorang mendapatkan Rune Symbolic! Ia akan mengalami fase perubahan kehidupan dari manusia menuju setengah dewa!” Kata Olympus. Mendengar itu, Zimi langsung menoleh.
“Apa maksudmu!? Apa dia akan berubah?” Tanya Zimi.
“Secara garis besar, ya. Rune Symbolic adalah tanda kembalinya kekuatan Verion kepada sang pemilik simbol. Sama juga seperti MTD. Dia memiliki Rune Symbolic di dahinya dengan arti Pembalasan Dendam.”
“ceritakan tentang rune Symbolic lebih jauh.” Kata Zimi.
“Untuk apa!? Kita harusnya mencari cara untuk menyembuhkan Diki.” Protes Gumy.
“Untuk itu, kita harus tahu penyebab awalnya. Dari situlah kita akan mencari penyembuhnya.” Jawab Zimi. “Ayo Olympus. Katakana tentang rune symbolic.”
“Seperti yang sudah kalian tahu, rune symbolic di perlukan oleh pemegang Relic agar dapat mengatur kekuatan force yang dapat mereka gunakan. Biasanya seseorang mendapatkan rune symbolic setelah ia mendapatkan relic atau mendapatkan suatu pengalaman yang mengejutkan kehidupannya. Di saat itu, masa transisi akan terbentuk dan simbol akan tertulis. Simbol itu adalah ingatan dari relic yang dimiliki seseorang. Aku pun baru ingat setelah rune symbolic tertulis di tangan Diki.”
“Lalu, apa yang terjadi setelah masa transisi itu berakhir?”
“ia akan sedikit, berubah… mungkin. Tergantung dari sang pemilik rune symbolic itu sendiri.”
“Kau tadi mengatakan untuk mengatur kekuatan force, maksudnya?”
“A.G.S adalah M.W.A tingkat tinggi. Ia bisa menerima teknologi sekarang. Entah itu adalah sepatu beroda yang menyebabkan kecepatan A.G.S meningkat, atau sebuah tameng force yang bisa menahan serangan apa pun, semuanya bisa. Namun, dalam mengaktifkannya, A.G.S akan mengambil kekuatan Force sang pengguna sebagai pengganti dari baterai yang tidak dimiliki A.G.S. Maka dari itu, rune symbolic akan mengaktifkan kekuatan force hingga 1000 % saat menggunakan A.G.S dan bisa jadi mengaktifkan 5000 % untuk sesuatu yang genting.”
“Oh, jadi begitu….”
“Dan satu lagi, Rune symbolic terbagi atas 5 simbol yang terpisah. Setiap simbol memiliki kemampuan untuk mengabulkan satu permintaan.”
“Benarkan?”
“jangan senang dulu! Bayaran dari pengabulan permintaan itu adalah kehilangan kekuatan force dalam waktu yang lama karena satu simbol tercabut dari simbol asli. Dan apabila semua simbol tercabut, maka kematian akan menjemput sang terpilih yang kehilangan simbol.”
Zimi dan Gumy bagai tersambar petir. Mereka membayangkan bagaimana Diki terbaring kaku di saat kematiannya menjemput. Diki bukanlah orang yang bisa melihat orang lain kesusahan, bisa jadi dia akan menggunakan kekuatan itu untuk menolong orang. Dan lagi pula, Diki merupakan orang yang paling keras kepala dan terlalu terburu-buru dalam bertindak.
“Aku tahu ini sangatlah sulit. Namun inilah takdir kalian. Aku berharap agar kalian berdua segera menemukan Relic kalian dan A.G.S kalian sendiri. Karena itulah yang akan menjadi penentu kehidupan makhluk hidup di Verion.” Kata Olympus. Zimi dan Gumy terdiam akan kata-kata yang diucapkan
“Sang penggunaku telah datang kembali….”
* * *
Sore hari, Zimi dan Gumy memutuskan untuk datang ke kantor pemerintahan
“Zimi… apakah kau siap jika menjadi yang terpilih?” tanya Gumy di tengah perjalanan mereka.
“Hmm… aku tak begitu yakin. Namun jika itu adalah cara untuk bersama Diki, aku akan ikut. Aku takkan mau membuat Diki menanggung beban seberat ini sendiri. Bagaimana denganmu?”
“Aku juga…. Aku berharap aku bisa bersama kalian. Lagipula, Diki harus gi jaga. Anak itu sering ceroboh.” Canda Gumy. Zimi tertawa mendengar lelucon Gumy.
“sebentar lagi akan gelap, ayo kita bergegas!” ajak Zimi. Gumy mengangguk dan mengikuti langkah-langkah lari Zimi.
Di dalam sebuah ruangan di kantor pemerintahan, mereka bertemu dengan Samaya dan pemimpin dari negara Fenrir, bernama Valzar. Ia memakai sebuah helm peajurit dan memakai baju kebangsaan Fenrir.
“Terima kasih kepada kalian yang telah datang. Aku berterima kasih juga karena kalian telah menyelamatkan penduduk
“Tak apa. Itu hal yang biasa.” Jawab Zimi.
“Aku berharap agar kalian mau bergabung sebagai penduduk Fenrir. Apakah kalian mau?” tawar Valzar.
“Tapi tuan! Mereka baru saja mendapat musibah! Teman mereka pingsan setelah berusaha menahan prajurit Xian mendekati pelabuhan Harksman. Berikan mereka waktu!” sela Samaya.
“jangan Khawatir, Samaya. Aku hanya bertanya saja. Bagaimana?”
“um…. Bagaimana ya?” Zimi kebingungan. Namun Gumy menepuk pundak Zimi pelan. Memberikan isyarat agar dia yang akan menyelesaikan hal ini.
“Tuan samaya, terima kasih atas kebaikan anda. Namun, selama teman kami masih di rumah sakit, kami tak berani untuk mengambil keputusan secara sepihak. Jadi, berikan kami waktu hingga teman kami sembuh.” Kata Gumy.
Valzar tersenyum dan mengangguk. “Tentu saja. Kalian sangat baik. Bermusyawarah untuk mengambil keputusan bersama. Aku menghargainya. Tapi, jika ada yang bisa ku bantu. Katakana padaku.”
Zimi teringat tentang pesan
“permisi tuan, namun apakah anda pernah mengetahui sebuah senjata bernama relic?” tanya Zimi.
“Relic? Senjata yang dahulu digunakan oleh prajurit peri?” tanya Valzar.
“ya! Apa anda tahu rumor tentang keberadaannya?”
“Hmmm…. Coba kuingat.
“terima kasih banyak!” kata Zimi. Senang sekali wajahnya saat mendengar kabar itu.
“Oh iya, bawa juga saudara laki-lakiku.” Kata Valzar. “FILLIAN!”
Seorang lelaki berbaju putih datang. Samaya terkejut setelah melihat lelaki itu. “KAU!!!”
“kau mengenalnya Samaya?” tanya Valzar.
“Itu saudara anda tuan? Aku tak tahu… waktu di Harksman, dia membantu kami dalam peluncuran M.W.A.” jawab Samaya tak percaya.
“Oh, tentu saja. Dia adalah professor terkenal di Fenrir walau dia sedikit menjengkelkan bagiku….” Kata Valzar pelan.
“eh… tuan, kenapa kami harus membawa tuan Fillian?” tanya Gumy.
“Ah, tentu saja karena kalian akan dibantu untuk mencari A.G.S…” jawab Valzar cepat.
“Anda tahu juga?!” tanya Zimi.
“tentu saja dia tahu. Dialah sang penjagaku dan Aku adalah salah satu yang juga terpilih sebagai pelindung Verion.” Sela Fillian.
“Ah, Senang bertemu dengan anda, tuan Fillian.” Kata Zimi dan Gumy bersamaan.
“Fillian ahli dalam memperbaiki M.W.A. dan juga sangat hebat dalam melatih seseorang dalam hal M.W.A. ia juga ahli dalam bertempur dengan Darfonnya.” Jelas Valzar.
“Darfon?” tanya Samaya.
“Itu adalah Relicku. Sebuah pedang samurai.” Sela Fellian.
“Oh….” Samaya mengangguk mengerti.
“ Baiklah, hari sudah larut, mungkin sudah saatnya untuk kalian semua beristirahat. Aku talah menyiapkan kamar untuk kalian berdua, Zimi dan Gumy. Fellian akan menunjukkannya.” Kata Valzar.
“Tidak perlu sungkan tuan. Kami bisa pulang.” Jawab Zimi cepat.
“Tidak, tidak. Kita akan pergi ke
“Baiklah…” kata Zimi.
“Terima kasih! Silahkan ikut aku!” kata Fellian sambil meninggalkan ruangan tadi. Sedangkan Samaya tetap bersama Valzar untuk membicarakan hal-hal penting.
* * *
Di pagi hari, Zimi dan Gumy bersiap untuk berangkat menuju
“Kemana dia?” tanya Gumy mulai jengkel.
“Sabar, mungkin dia sedang ada masalah.” Kata Zimi berusaha menenangkan Gumy. Tak lama, Fellian datang dengan tergesa-gesa. Ia memegang samurainya sambil berlari menuju arah Zimi dan Gumy.
“Hah…hah…. Maaf, maaf… Aku telat…”
“Dari mana tuan?” tanya Gumy sopan sambil menahan rasa kesalnya. Fellian merasakan amarah Gumy. Ia tersenyum lebar.
“Hehehehe… maaf….”
“Tak apa tuan. Ayo kita pergi, kami ingin menemukan relic di
“Tentu! Ayo ikut aku!” Ajak Fellian. Ia menereiakkan sebuah nama sambil mengangkat samurainya. “D ARTOU!!!”
Dengan cepat, sebuah A.G.S putih muncul dari langit. Tepat di depan Fellian. Hal tersebut membuat Zimi dan Gumy terkejut.
“Hey! Kalau mau manggil A.G.S bilang-bilang dong!
“Hehehe…. Maaf”
Zimi langsung mendekati Gumy dan berbisik, “Sudahlah Gumy… Santai aja…”. Gumy mengangguk walau wajahnya ditekuk dengan tujuh ribu tujuh ratus tujuh puluh tujuh tekukan. Fellian pun naik ke A.G.S-nya yang bernama Dartou. Sekilas, Dartou memiliki warna hitam dengan beberapa warna putih di bagian lengan. Di dada kanannya tergambar bendera Fenrir. Fellian naik melalui tali yang keluar dari pintu palka dada yang terbuka. Butuh waktu sekitar dua menit untuk mengganti sistem otomatis menjadi sistem Online.
“Hey kalian dua! Ayo naik ke tanganku!” teriak Fellian dari Dartou-nya. Ia menunduk dan menjulurkan tangannya ke tanah. Serempak Zimi dan Gumy naik ke atas tangannya.
“Activation Part! Speed Boot!” Teriak Fellian. Sama seperti
Dua tutup palka di punggung Dartou terbuka bersamaan. Muncul dari
“TUAN FELLIAN! APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN!?” Tanya Gumy.
“Sabar. Aku sedang konstentrasi!” Jawabnya cepat. Di dalam Dartou, rupanya Fellian sedang berusaha untuk memusatkan kekuatan forcenya menuju rune symbolic yang ia miliki di rambutnya. Dalam waktu singkat, Rambutnya menjadi panjang dan berubah menjadi putih. Aliran Force pun mulai mengalir dari rambutnya menuju bagian belakang Dartou, mengakibatkan sebuah lapisan force berwarna hijau melapisi besi tersebut dan memberi selaput-selaput pada besi tadi, membentuk sebuah sayap.
“Kalian berdua! Pegangan yang erat! Kita akan tinggal landas!” Teriak Fellian.
“A-Apa! T-tunggu Duluuuu!!!” Teriak Gumy. Belum selesai teriak Gumy, Dartou melesat cepat hingga mencapai 200km/jam. Zimi dan Gumy pun terpaksa berpegangan akibat desakan angin yang kuat. Lalu, saat mencapai 230 km/jam, Dartou pun lepas landas.
“Wah…. Kita terbang…” zimi berdecak kagum sedangkan Gumy berpegangan erat sambil memejamkan matanya.
“T-T-Tinggi S-Sekali…” Kata Gumy pelan. Ia merinding ketakutan karena dia phobia dengan ketinggian.
“Selamat datang di penerbangan Dartou! Pegagan yang erat. Kita akan sampai di
Saat Zimi, Gumy, dan Fellian bergerak menuju Gurunha Castle, di Barrak Xian rupanya terjadi kejadian langka. Mereka kedatangan tamu istimewa. Dia adalah Lady Audira, Ratu Xian. Dia memakai baju emas yang diselimuti oleh jubah kerajaan dan ia memakai kacamata berwarna ungu dengan Earphone di telinga kanannya. Tamu istimewa ini membuat semua Xianist menjadi senang. Segera semua Xianist berkumpul di aula untuk mendengar apa yang diucapkan Lady Audira.
“Kepada semua Xianist! Selamat atas keberhasilan kalian dalam pertempuran terakhir melawan Fenrir di Region ini. Akhirnya, kita mendapatkan Region ini dengan sepenuhnya dan mendapatkan daerah yang memiliki sumber daya Force Crystal yang banyak.” Ucapnya. Hal tersebut di jawab dengan sorak sorai kebahagiaan dari Xianist.
“Namun,” lanjutnya lagi. “Kita tak boleh lengah dengan masalah-masalah berikutnya. Pengkhianat masih hidup dan mulai mengumpulkan kekuatan untuk merebut kembali kekuasaan kita. Kita harus bersiap-siap sebelum semuanya terjadi!”
“Ya! Hidup Ratu Audira! Hidup Ratu Xian. Semoga Ratu Audira panjang umur! Semoga Ratu Audira membawa kita ke kemenangan!” teriak semua Xianist. Setelah sepatah dua kata pembangkit moral, Lady Audira keluar dari Aula. Di perjalanan menuju Transportnya, seorang lelaki berbaju prajurit muncul menghadap Lady Audira.
“Yang mulia! Segel kedua tiba-tiba tertutup dengan sendirinya! Apa yang akan kita lakukan?” tannya prajurit tersebut. LadyAudira tersenyum dan menjawabnya dengan cepat.
“Cari lokasinya dan kirim ‘Dia’ untuk mengagalkannya!”
* * *
Dartou memilih untuk mendarat di semak belukar tersebut. Setelah Zimi dan Gumy turun dari tangannya, Dartou pun mati dan keluarlah Fellian.
“Bagaimana tuan Fellian?” tanya Zimi.
“Um… Sebentar ya.” Katanya sambil merogoh sakunya. Ia mengeluarkan sebuah alat berbentuk Telpon Seluler. Alat tersebut tiba-tiba mengeluarkan bunyi yang keras.
“Aw! Apa itu tuan?” tanya Gumy sambil menutup telinganya. Zimi pun segera menutup telinganya.
“Ini adalah Force-Locator.” Jawabnya.
“Apa?” tanya Gumy lagi.
“Force Locator!” jawab Fellian dengan suara agak dikeraskan.
“Apa?! Gak denger.” Teriak Gumy. Akhirnya Fellian mematikan Alat tersebut. Ia berjalan menuju Gumy dan berteriak sekencang-kencangnya pas di telinga Gumy. “FORCE LOCATOR!!!!” tentu saja, Gumy jadi marah-marah pada Fellian karena ia berteriak pas di telinganya, begitu pula Fellian. Zimi hanya geleng-geleng kepala melihat keduanya bertengkar.
“hey kalian berdua… kapan kita mencarinya kalau kalian berdua bertengkar terus?” tanya Zimi. Mendengar ha tersebut, keduanya langsung berhenti bertengkar.
“Iya iya… kalau begitu, ayo kita masuk ke dalam kastil.” Ajak Fellian. Zimi dan Gumy mengangguk dan mengikuti langkah Fellian ke dalam kastil. Di dalam kastil, semuanya tampak gelap dan menakutkan. Batu-batuan dari fondasi yang jatuh, tanah-tanah yang tak terurus, semak belukar, serta sarang laba-laba ada di dalam kastil ini.
“Oh iya! Kalau tidak salah, rumornya di sini ada vampirnya lho!!” kata Fellian. Tentu saja hal tersebut membuat Zimi dan Gumy menjadi ciut nyalinya. “Eh? Kenapa berhenti?” tanya Fellian setelah sadar kalau Zimi dan Gumy berdiri mematung setelah mendengar perkataannya.
“I-Itu bohong
“umm… tidak tahu…” Jawab Fellian.
“Gahh!!! Apa-apaan sih! Mana ada yang seperti itu!” protes Zimi.
“Aku
“Ayo! Kita lanjutkan pencariannya.” Ajak Zimi. Gumy dan Fellian mengangguk. Mereka pun berpencar untuk menemukan Relic. Sebelum mereka berpencar, Fellian memberikan Receiver kepada Zimi dan Gumy agar bisa mengontak satu sama lain apabila menemukan kesulitan atau telah menemukan Relic. Butuh waktu yang agak lama, sekitar
“Zimi! Zimi!” panggil Fellian dari Reciever. Zimi segera menjawab panggilan Reciever tersebut.
“yup!”
“Kita sudah menemukan Relic!”
“Benarkah? Dimana?” tanya Gumy tiba-tiba.
“Dekat dengan Zimi! arah utara, sekitar 30 meter dari posisimu sekarang.”
“Baik! Aku segera ke
“Zimi! Berhenti! Kita tak tahu ada apa di
“Kita harus segera menyusul Zimi! Kita bertemu di tempat pertama dan segera menuju ke tempat yang kau bilang!” Perintah Gumy.
“Baik!”
* * *
Zimi sampai di sebuah ruangan yang di tengahnya terdapat sebuah altar dengan sebuah busur melayang di atasnya. Apakah… Ini relic? Gumamnya dalam hati. Tiba-tiba, busur tersebut mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Terang sekali hingga seisi ruangan dipenuhi oleh cahaya yang menyilaukan.
“Siapa kau?”
“Apa? Siapa di
“Kau! Yang ada di depanku!” Zimi mengikuti jejak suara itu. rupanya yang berbicara adalah busur tersebut.
“K-Kau?”
“Aku bertanya!”
“A-ah, namaku Zimi.”
“Untuk apa mencariku?”
“Untuk mendapatkanmu! Untuk apa lagi?”
“Untuk apa kau mendapatkanku? Kekuatan? Ketenaran? Atau apa?”
“Sebuah penyelamatan.”
“Penyelamatan apa?”
“Penyelamatan untuk orang-orang yang tidak bersalah.”
“Siapkah kau akan konsekuensinya?”
“Aku siap!”
“Ambillah aku untuk menggantikan busurmu!”
Zimi mengangguk. Ia mendekati altar dan dengan kedua tangannya ia mencoba menarik busur tersebut dengan sekuat tenaga.
“Lebih kuat lagi!” perintah busur tersebut. Zimi kembali menarik busur tersebut dengan sekuat tenaga. Forcenya mengalir tanpa sengaja menuju tangan-tangan Zimi. Lalu dengan cepat, busur tersebut terlepas dari altar. Zimi terpental jauh karena terdorong kekuatan force altar tersebut.
“Ouch….” Keluh Zimi kesakitan sambil berusaha bangkit. Busur tersebut terlempar tak jauh dari posisi Zimi sekarang. “Um, jadi aku hanya perlu melepasmu dari altar saja?” tanya Zimi.
“Belum. Sekarang ambil aku.”
“Ambil? Baiklah.” Zimi segera menghampiri busur tersebut dan memegangnya. Tiba-tiba ia merasakan kekuatan besar merasuki dirinya. Seperti kekuatan force yang menyelimuti sekujur tubuhnya.
“Apa kau sudah siap?” tanya busur tersebut.
“…Aku…Siap…” jawab Zimi ragu.
“Jangan ragu! Jika kau memang yang terpilih, maka kekuatan untuk kebenaran akan muncul di tanganmu.”
“kalau begitu, aku siap…”
“Terimalah kekuatan dari
“Jadi, proses pembentukan sang terpilih telah dimulai ya?” seorang muncul dari bayangan ruangan tersebut. Dia adalah peri yang dulu menganggu Diki di Ruin of Scandav.
“Kau! Myozintum!” teriak
“Myozintum? Itukah namanya?” tanya Zimi.
“Ya, sebaiknya kita selesaikan ritual ini secepatnya.” Usul Styx. Ia mengeluarkan lebih banyak benang-benang Force untuk melindungi Zimi.
“Usahamu sia-sia saja,
“Tch! Menggunakan kepintaran perimu untuk mengalahkan relic! Dasar Guardian Relic Pengkhianat!”
“Terserah dengan yang kau katakan,
“Zimi!” Teriak Gumy khawatir.
“Gumy! Gunakan sihir air untuk memadamkan api yang membakar benda putih besar itu!” perintah Fellian sambil menunjuk ke arah selimut Force yang melindungi Zimi. “Itu Zimi! Selamatkan dia! Biar aku yang urus makhluk satu ini!” kata Fellian sambil mengeluarkan Darfon-nya. Tak banyak bicara, Gumy segera merapal spell untuk mengeluarkan rain of kindness. Dengan cepat api segera padam. Gumy segera memeriksa pelindung force itu.
“Zimi, kau tak apa?” tanya Gumy. Namun dari belakang, Myzontium menyerang Gumy dengan Flame Lizardnya.
“Gumy, Awas!!!!” teriak Fellian. Gumy menoleh ke belakang. Tak sempat lagi ia merapal Barrier untuk menahan serangan itu. Api berbentuk ular itu dengan cepat menyerang ke arah Gumy.
“Takkan kubiarkan temanku disakiti, atau jangan panggil aku sebagai Master Ranger Zimi.” Teriak Zimi. Pelindung force itu mengeluarkan benang-benang force di depan Gumy dan membentuk sebuah perisai. Flame Lizard membakar Perisai tersebut namun kekuatanya terhisap oleh perisai itu sendiri. Pelindung force itu pun terbuka, muncul sosok Zimi dengan penampilan berbeda. Rambutnya yang hitam berubah menjadi berwarna coklat. Yang tadinya memakai jubah pemanah sekarang berubah menjadi armor coklat yang melindungi tubuhnya.
“Zimi, itu kau?” tanya Gumy.
“Ya. Kau tak apa teman?” tanya Zimi. Gumy mengangguk.
“Baguslah, kalau begitu biar aku yang berubah. Ayo Darfon!” teriak Fellian.
“Ya!” teriak seseorang. Rupanya itu adalah Darfon.
“Begin to Proceed! The Choosen Armor!” Seluruh pakaian Fellian berubah menjadi armor putih. Rambutnya pun menjadi putih dan memanjang. Darfon berubah menjadi bentuk aslinya, sebuah samurai panjang yang terikat dengan sebuah rantai force menyambung dengan tangan kanannya. “Darfon, Seal two opened!”
Gumy melihat Fellian dengan perasaan takjub. Hebat… Fellian dan Zimi…. Mereka telah menemukan relic mereka…. Gumy kagum dengan kekuatan yang dimiliki Zimi dan Fellian.
“Hah! Dua relic-user muncul? Coba rasakan ini, Phantom Blast!”
Serangan dahsyat dilancarkan oleh Myozintum. Sebuah bola besar bergerak ke arah Zimi, Gumy dan Fellian. Bola besar itu berubah menjadi hitam dan semakin gelap dari waktu ke waktu.
“Gumy! Gunakan mirror Force untuk memperlambat bola itu. Fellian, gunakan kekuatanmu untuk menyerang peri itu setelah aku menghancurkan bola besarnya.” Perintah Zimi.
“Siap!” jawab Gumy dan Fellian. Gumy segera merapal Mirror force dengan segenap kekuatannya. Mirror force yang muncul menahan gerak laju bola besar itu. di lain pihak, Fellian sudah bersiap untuk melepaskan jurusnya, Thrust of Might. Sedangkan Zimi mengarahkan busurnya ke arah bola besar itu.
“
Zimi melepaskan tarikannya. Panah melesat dengan cepat dan menembus force mirror yang menahan gerak bola tersebut. Panah tersebut hilang di dalam bola tersebut. Tak lama, bola tersebut menghilang dengan tiba-tiba. Semuanya kecuali Fellian terkejut dengan kejadian tersebut. Tak banyak bicara lagi, Fellian bergerak cepat menuju Myozintum.
“Mati kau!!!” teriak Fellian, namun Myozintum hanya tersenyum.
“mungkin lain kali, teleport on!”’
Fellian hampir saja melepaskan serangan terakhir yang mematikan kepada myozintum, namun ia telah menghilang dengan kemampuan teleportasi.
“Hah! Dasar!” teriak Fellian.
“Sudahlah Fellian, biarkan sa… AGH!” Zimi tiba-tiba terjatuh.
“Zimi!” Gumy dan Fellian berteriak bersamaan. Mereka mendekati Zimi.
“Kau tak apa Zimi?” tanya Gumy.
“A-Aku melihat sesuatu…” kata Zimi pelan.
“A-apa itu?” tanya Fellian.
“S…Shassion….” Kata Zimi pelan.
“SHASSION?!”
“A-apa itu?” tanya Gumy panik.
“Zimi! Panggil dia! Teriakkan namanya dengan sekuat tenagamu! Penggil agar kesakitanmu hilang! Kau bisa Zimi!” Teriak Fellian Berusaha menyemangati Zimi.
“Sha….”
“Kau bisa Zimi!” teriak Fellian.
“Shassi…”
“Zimi!” Gumy mulai cemas. Tanda-tanda kehidupan Zimi menghilang.
“Shassio…”
“ZIMI! DEMI DIKI! BERUSAHALAH!” Teriak Fellian. Zimi tiba-tibe teringat akan wajh Diki. Wajah cerianya, wajah bodohnya saat bersama, dan wajah-wajah semangat. Wajah dari temannya yang sekarang terbaring lemah di tempat tidur. Kalau mau keinginanmu terkabul…. Kau harus melewati cobaan ini… kata
“SHASSION!!!!!” Teriak Zimi lantang. Tanah bergemuruh, dari tanah tempat mereka berdiri, muncul sebuah tangan A.G.S, lalu perlahan, seluruh tubuhnya muncul dari tanah. Zimi tersenyum lalu pingsan tiba-tiba setelah melihat A.G.S itu.
“Zimi….” Tak terasa, air mata mengalir dari mata Gumy… “untunglah, detak jantungnya kembali normal…”
“Zimi…. Selamat….” Kata Fellian pelan.
<> Next >

Tidak ada komentar:
Posting Komentar